![]() |
Ada sesuatu yang menyenangkan dari melihat Sea of Stars akhirnya hadir secara resmi di Android. Game RPG besutan Sabotage Studio ini sejak awal memang terasa seperti surat cinta untuk JRPG klasik era 16-bit, terutama game seperti Chrono Trigger, tetapi tidak sekadar meniru masa lalu.
Setelah sebelumnya hadir di PC dan konsol, Sea of Stars akhirnya mendapatkan versi mobile pada April 2026. Menariknya, port Android ini bukan sekadar memindahkan game begitu saja ke layar sentuh. Antarmukanya dirancang ulang untuk mobile, kontrol touchscreen disesuaikan, dan dukungan controller tersedia.
Lalu, apakah Sea of Stars tetap sebagus itu ketika dimainkan di layar smartphone?
Jawabannya: ya, bahkan cukup mengejutkan.Namun, versi Android juga memiliki beberapa catatan penting, terutama mengenai performa dan konsumsi baterai pada perangkat tertentu.
Genre: JRPG Turn-Based dengan Sentuhan Adventure
Sea of Stars adalah turn-based RPG dengan elemen eksplorasi, puzzle, adventure, dan sedikit sentuhan action RPG dalam cara player berinteraksi dengan lingkungan.
Kalau kita tumbuh besar dengan JRPG klasik, formula yang digunakan akan terasa sangat familiar. Kita mengendalikan sekelompok karakter, menjelajahi dunia, menemukan kota dan dungeon, berbicara dengan NPC, menyelesaikan puzzle, mendapatkan ability baru, kemudian menghadapi berbagai monster dan boss.
Tetapi Sabotage Studio tidak sekadar mengambil formula lama dan memberinya tampilan pixel art. Mereka mencoba memperbarui hampir setiap aspek RPG klasik tersebut.
Tidak ada random encounter yang tiba-tiba memaksa kita bertarung setiap beberapa langkah. Musuh terlihat langsung hingga kita memiliki kesempatan untuk menghindari atau menghadapi mereka. Pertarungan juga tidak memindahkan karakter ke arena terpisah secara konvensional. Semuanya terasa lebih menyatu dengan dunia permainan. Hasilnya adalah RPG yang terasa klasik, tetapi tidak kuno.
Story: Petualangan Fantasi yang Sederhana tetapi Menyenangkan
Cerita Sea of Stars berpusat pada dua protagonis utama, Zale dan Valere, yang merupakan Children of the Solstice. Keduanya memiliki kemampuan yang berkaitan dengan matahari dan bulan. Mereka kemudian terlibat dalam konflik besar melawan kekuatan jahat yang berkaitan dengan Fleshmancer, seorang alchemist yang memiliki ambisi dan kekuatan yang jauh lebih besar daripada sekadar menjadi villain biasa.
Premisnya memang terdengar seperti JRPG klasik. Ada pahlawan muda, kekuatan matahari dan bulan, dunia yang terancam kehancuran, villain misterius, perjalanan panjang, dan kelompok karakter yang perlahan bertambah.
Namun justru di situlah daya tarik Sea of Stars. Game ini tidak berusaha membuat ceritanya terlalu rumit sejak awal. Narasinya berjalan dengan tempo yang cukup santai, memberikan kesempatan kepada pemain untuk mengenal dunia, karakter, kota, dan berbagai lokasi yang dikunjungi. Yang membuatnya menarik adalah perpaduan antara momen serius, humor, persahabatan, misteri, dan adegan emosional.
Sea of Stars juga cukup pintar memainkan ekspektasi player terhadap JRPG klasik. Kadang ceritanya terasa seperti petualangan fantasi sederhana, tetapi kemudian game mulai memperlihatkan bahwa dunianya memiliki sejarah dan konflik yang lebih besar.
Meski demikian, bukan berarti ceritanya sempurna. Beberapa karakter terasa lebih kuat daripada karakter lainnya. Ada pula bagian cerita yang terasa agak lambat, terutama ketika game sedang membangun dunia dan mempersiapkan konflik berikutnya. Tetapi secara keseluruhan, ceritanya berhasil memberikan alasan yang cukup kuat untuk terus berjalan.
Gameplay: Bagian Terbaik dari Sea of Stars
Kalau harus memilih satu aspek yang paling membuat Sea of Stars menonjol, saya akan memilih combat systemnya. Secara dasar, sistem pertarungannya memang turn-based. Namun pemain tidak bisa sekadar memilih Attack, kemudian menunggu karakter menyerang. Ada mekanisme timed hit yang membuat pemain harus menekan tombol pada timing tertentu untuk meningkatkan efektivitas serangan. Hal serupa berlaku ketika bertahan. Jadi walaupun sistemnya turn-based, player tetap aktif sepanjang pertarungan.
Ada pula sistem Locks yang menjadi salah satu elemen strategi paling menarik. Musuh dapat menunjukkan jenis serangan atau kelemahan tertentu yang harus dihancurkan dengan tipe serangan yang sesuai. Misalnya, kita mungkin harus menggunakan serangan fisik tertentu, magic tertentu, atau kombinasi serangan untuk memecahkan lock sebelum musuh menggunakan serangan spesialnya. Mekanisme ini membuat pertarungan tidak sekadar soal siapa yang memiliki angka damage lebih besar. kita harus memperhatikan komposisi party dan menentukan siapa yang paling tepat menyerang.
Selain itu terdapat combo attack, boosting, skill khusus, serta berbagai ability karakter yang membuat komposisi party terasa penting. Sistem tersebut memang masih mudah dipahami, tetapi cukup dalam untuk membuat pertarungan boss terasa menantang. Yang paling saya sukai adalah game ini tidak memaksa grinding secara berlebihan.
Karena tidak menggunakan random encounter, perjalanan kita terasa jauh lebih terkontrol. kita bisa fokus menjelajahi dunia tanpa harus terus-menerus berhenti karena pertarungan acak. Dan ketika bertemu boss, kemenangan biasanya lebih ditentukan oleh pemahaman terhadap mekanisme pertarungan daripada sekadar level karakter. Itulah salah satu alasan Sea of Stars terasa begitu menyenangkan dimainkan.
Screenshot
Video Gameplay
https://instagram.com/gamemobilenow
❗Jika anda melihat konten ini di web / blog lain copyright belong by :
www.gamemobilenow.com
Mohon kunjungi Link diatas Terima Kasih❗
#gamemobilenow
#gamemobile
https://instagram.com/gameandroidoffline
❗Jika anda melihat konten ini di web / blog lain copyright belong by :
www.gameandroidoff.blogspot.com
Mohon kunjungi Link diatas Terima Kasih❗
#gameandroidoffline
#gameandroid
#gameandroidoff






0 komentar: